Arsenal Way in Crisis, Arsene Wenger in Questions

Standard
zp_01_2588

Arsene Wenger is questioned after some negative result in recent occasions

 

Malu dipermainkan oleh anak-anak kemarin sore Manchester United, kans Arsenal untuk menyudahi 12 tahun puasa trophy Premier League tipis. Saat rival abadi seperti Chelsea, Manchester United dan Manchester City tidak konsisten, semakin memalukan rasanya jika harus mengakui kenyataan bahwa Arsenal tidak dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjadi penguasa Inggris dan harus mengalah oleh klub yang baru promosi setahun kemarin Leicester City dan rival se-kota Tottenham Hotspur. Where did they go wrong?

Kehabisan peluru di paruh kedua musim menjadi ironi dimana biasanya Arsenal mendapatkan rentetan kemenangan dan performa terbaiknya pada paruh kedua musim. Arsenal hanya mencetak  10 gol dalam 8 laga serta menjalani 5 laga tanpa mencetak gol disemua kompetisi, sejak pergantian tahun. Arsene Wenger teguh mengatakan “Finishing is a bit cyclical”. Untuk finishing ada siklus dimana gol mengalir, ada juga siklus dimana gol sulit didapat. Tetapi, mengapa kita jarang melihat tim-tim seperti Barcelona, Bayern Munich dan Real Madrid melalui masa ini dimana mereka sulit untuk mencetak gol, saat kesempatan yang dibuat pun melimpah. Datangnya striker kelas dunia pada awal musim mungkin akan membantu memecahkan masalah ini. Tetapi, ada cara lain untuk memecahkan masalah ini. Bahkan cara ini, mungkin akan lebih disukai Arsene Wenger. Yaitu penyelesaian masalah melalui internal tim daripada menghambur-hamburkan uang untuk membeli pemain.

Kembali ke musim 2013/2014, apakah anda ingat dengan gol Tomas Rosicky vs Sunderland? jika sulit mengingat gol tersebut, ingatkah dengan gol Jack Wilshere vs Norwich? Gol ini adalah contoh terbaik dimana filosofi Arsenal yaitu Play With Arsenal Way dipraktekan dalam pertandingan. Set play rapih yang dimulai dari lini belakang ke tengah kemudian ke depan masuk kotak pinalti lawan  dengan pass satu sentuhan yang cepat. Gaya bermain inilah yang menjadi kekuatan Arsenal. Cepat, akurat dan tidak terprediksi yang membuatnya sulit untuk diantisipasi bek lawan. Sering kali pemain seperti Santi Cazorla, Tomas Rosicky, Jack Wilshere, Aaron Ramsey dan Olivier Giroud adalah aktor yang berperan dalam menciptakan permainan indah ini. Sayangnya, awal musim yang buruk sangat berat untuk ditebus dengan gelar juara di akhir musim 2013/2014 ini.

Di musim berikutnya 2014/2015 bisa dibilang Arsenal menyempurnakan gaya bermain tersebut. Gaya bermain Indah yang ditampilkan musim sebelumnya memang tidak dapat terus ditampilkan pada setiap laga, ada kalanya pertandingan tidak berjalan seperti yang diinginkan. Tetapi dengan datangnya Alexis Sanchez dan makin padunya Mesut Ozil dengan gaya bermain Arsenal, Arsenal mampu memaksakan 3 poin meski bermain jelek berkat visi yang dibawa Mesut Ozil dan penampilan fantastis Alexis Sanchez. Namun, cedera pemain yang menjadi kutukan Arsenal kembali menerpa dimana Arsenal kehilangan Mesut Ozil, Jack Wilshere, Aaron Ramsey, Tomas Rosicky secara bersamaan,serta Olivier Giroud, Santi Cazorla dan beberapa pemain lain secara silih berganti. Hal ini menghalangi Arsenal untuk menjadi juara, padahal ketika pemain cedera tersebut pulih, Arsenal mampu untuk kembali menampilkan permainan yang indah menjelang akhir musim.

Arsenal meneruskan performa apik yang ditinggalkan di musim 2014/2015 ke musim selanjutnya 2015/2016. Pemain berpengalaman seperti Petr Cech yang dibeli dari rival se-kota Chelsea, pemain-pemain internasional seperti Laurent Koscielny, Per Mertesacker dan Santi Cazorla yang makin matang, serta pemain-pemain yang sudah bermain bersama dalam tiga tahun terakhir menjadikan  Arsenal tim unggulan untuk merebut gelar Premier League. Paling tidak sampai paruh pertama musim. Seperti belajar dari musim sebelumnya, permainan buruk yang kadang ditampilkan masih cukup untuk memperoleh hasil 3 poin. Cedera pemain yang mengganggu juga dapat diatasi berkat kedalaman skuad yang saat ini dimiliki. Masalah datang ketika jantung permainan Arsenal Santi Cazorla cedera. Aaron Ramsey yang diperkirakan menjadi pelapis paling cocok untuk menggantikan The Little Magician, secara mengejutkan tampil dibawah performa dan gagal membawa kontribusi positif bahkan tidak jarang tampil tidak terlihat di tengah lapangan permainan.

Cazorla yang biasanya berperan sebagai pivot permainan Arsenal, bertugas untuk menjemput bola dari lini pertahan ke tengah dan kemudian ke depan untuk membangun serangan. Cazorla dengan skill-nya juga sering sekali dapat keluar dari tekanan serangan lawan dan memulai serangan dengan cepat dengan umpan-umpannya yang akurat dan cepat. Ini menjadikan Cazorla sebagai kunci permainan Arsenal dalam membangun serangan dari lini tengah ke depan dimana ada Mesut Ozil dan melimpahnya pilihan untuk memberikan pass ke Alexis Sanchez di kiri, Olivier Giroud di tengah, atau Theo Walcott di kanan yang sering kali menjadi cikal bakal sebuah set play permainan yang indah dan gol pada akhirnya. Posisi pivot merupakan posisi yang sangat penting dalam permainan sepakbola modern, karena dari seorang pivot-lah aliran serangan dari transisi defense ke offense dimulai. Bisa dilihat, tim seperti Barcelona memiliki Ivan Rakitic dan Andres Iniesta, Manchester City dengan Yaya Toure, N’golo Kante di Leicester City yang tampil sangat impressive pada musim ini, bahkan seorang Moussa Dembele menjalankan perannya sebagai pivot dengan baik di Tottenham.

Dimana peran Aaron Ramsey? Tugas Cazorla sebagai pivot yang menghubungkan bola dari lini pertahan ke depan untuk menyerang,  gagal dijalankan Aaron Ramsey. Dalam beberapa pertandingan terakhir Arsenal, Aaron Ramsey jarang sekali terlihat meminta bola ke belakang dan membangun serangan dari tengah lapangan. Ramsey juga sering kali melakukan salah pass atau hilang bola di tengah permainan dimana tidak jarang hal seperti ini dihukum dengan sebuah gol lawan. Ramsey seperti kebingungan antara posisi aslinya sebagai gelandang box-to-box yang menusuk ke kotak penalty dan perannya yang sekarang sedang dimainkan sebagai pivot. Inilah penyebabnya serangan-serangan Arsenal kerap kali dimulai dari sayap, dari Hector Bellerin maupun Nacho Monreal yang kemudian memberikan crossing-crossing direct ke depan. Tidak jarang juga pemain belakang seperti Koscielny, Gabriel maupun Mertesacker langsung memberikan long ball ke depan karena hilangnya seorang pivot di lapangan tengah. Hal ini juga sering kali membuat centre back seperti Koscielny, Gabriel maupun Mertesacker maju sampai ke tengah untuk memberikan umpan ke depan, dan tidak jarang umpan yang diberikan salah atau mudah diantisipasi oleh lawan. Setelah itu lawan dapat melakukan counter sementara mereka out of position yang menjadikan transisi dari menyerang ke bertahan Arsenal di paruh musim kedua ini juga buruk dimana mereka kemasukan 13 gol dalam 12 laga di semua ajang kompetisi.

Dengan masih absennya Santi Cazorla, Tomas Rosicky dan Jack Wilshere yang mungkin bisa dimainkan dalam posisi pivot ini karena Wilshere bermain sebagai Deep-Lying Midfielder untuk Timnas Inggris. Serta under performnya pemain-pemain seperti Olivier Giroud, Theo Walcott serta Alexis Sanchez. Arsene Wenger harus segera memecahkan masalah ini dengan mengganti Ramsey atau mengganti formasi yang tepat jika masih ingin menggelar perayaan di Emirates Stadium pada tanggal 15 Mei mendatang. Dalam kondisi seperti ini seharusnya Arsene Wenger pelatih dengan segudang pengalaman mempunyai taktik lain yang dapat dipraktekkan di pertandingan. Tetapi apakah taktik tersebut berupa Long ball dan crossing-crossing langsung ke depan yang terbukti tidak efektif dan jelas bukan filosofi serta tipe permainan Arsenal. Play With Arsenal Way adalah bermain dengan bola di bawah dan melakukan pass-pass cepat dan akurat.

Arsene Wenger tidak dijuluki The Professor tanpa alasan. Tetapi, jika tidak cepat untuk menemukan taktik bermain yang lebih baik dan sesuai dengan filosofi bermain Arsenal, Play With Arsenal Way Is In Crisis, and Arsene Wenger Is In Questions.

zp_22_9998.jpg

Aaron Ramsey failed to deliver convincing performance in his new midfield role

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s