Bertutur, Berbenah, Berubah, Dalam Pajak Bertutur

pDGHViIEVwAAvU5L

Terus berbenah dalam upaya melakukan reformasi perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak atau Ditjen Pajak akan menggelar program “Pajak Bertutur” pada 11 Agustus 2017 mendatang. Pajak Bertutur merupakan sebuah program edukasi dunia perpajakan yang ditujukan kepada pelajar dan mahasiswa diseluruh Indonesia. Tujuan utama pajak bertutur adalah menanamkan kesadaran pajak kepada peserta didik maupun tenaga pendidik melalui integrasi muatan kesadaran pajak dalam proses pendidikan.

Program ini merupakan kerja sama Ditjen Pajak dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi yang disebut inklusi kesadaran pajak. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perpajakan sejak dini bagi para pelajar dan mahasiswa serta penguatan pendidikan karakter bagi pelajar dan mahasiswa yang muaranya adalah berhasilnya gerakan revolusi mental, sesuai dengan gerakan nasional yang digalakkan sejak awal oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Pajak Bertutur adalah kegiatan mengajar selama satu jam latihan yang dilakukan oleh unit kerja Ditjen Pajak termasuk didalamnya Kantor Pelayanan Pajak Pratama yang ada di seluruh Indonesia dengan mendatangi sekolah-sekolah dan universitas. Program ini akan dilaksanakan diseluruh Indonesia secara serempak dari Barat Indonesia di Aceh sampai ke Timur Indonesia di Merauke, dengan menyesuaikan waktu daerah setempat.

Program Pajak Bertutur akan diadakan di segala tingkat pendidikan mulai dari Sekolah Dasar, Tingkat Menengah, Tingkat Atas dan Perguruan Tinggi. Tema bahan dan metode ajar akan disesuaikan dengan tingkat pendidikan masing-masing. Untuk sekolah dasar bertemakan “Berbagi dan Gotong Royong”. Tingkat menengah “Pajak Sebagai Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Sebagai Warga Negara”. Tingkat Atas “Pajak Sebagai Tulang Punggung Pembangunan” dan “Pajak sebagai perwujudan Ipoleksosbudhankam” untuk Perguruan Tinggi. Dengan rincian pengajaran sebagai berikut;

 

Diperkirakan program ini akan melibatkan lebih dari 100.000 peserta ajar, ini merupakan kegiatan yang berskala besar dan menjadi catatan sejarah yang belum pernah ada sebelumnya.

Saat ini Ditjen Pajak tengah melakukan reformasi perpajakan untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat Indonesia yang belakangan terus tergerus akibat kasus korupsi dan kurangnya transparansi birokrasi. Akibatnya bisa dilihat dari indikator tax ratio yang terus menurun setiap tahunnya.

2017-04-19 (1)
Sumber: DDTC Fiscal Research.

Rasio Pajak Indonesia di tahun 2016 lalu hanya 11%. Rasio pajak ini sangat rendah dibandingkan dengan Negara-negara lain dimana tax ratio di Negara maju  seperti Denmark, Australia dan Inggris berada di kisaran 30-50%, bahkan untuk Negara berkembang seperti Malaysia dan Singapura tax ratio berada di kisaran 15-20%. Tax Ratio sendiri adalah rasio hasil perbandingan jumlah penerimaan pajak dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Rendahnya tax ratio ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam membayar pajak.

Lebih dari 70% penerimaan Negara diperoleh dari pajak. Perbaikan kualitas belanja dari APBN pun terus dilakukan, dimana saat ini alokasi dana APBN difokuskan pada belanja yang bersifat produktif seperti pembangunan pendidikan, infrastruktur dan kesehatan, sementara belanja subsidi energi yang bersifat konsumtif terus diturunkan.

pDE_bMLJVwAA7mkz

pC7ZnP4tU4AEjQv8

Pajak digunakan untuk kesejahteraan, pemerataan pembangunan, infrastruktur, dan belanja produktif lainnya seperti yang dapat dilihat di infografis diatas. Setiap fasilitas dan pelayanan yang diberikan dari Negara 3/4 nya dibiayai dari pajak. Negara dapat berjalan dengan ditopang oleh pajak, tetapi kenyataannya sebagian besar masyarakat indonesia masih kurang sadar. Program ini diharap dapat mengubah persepsi masyarakat tentang pajak di Indonesia. Dunia pendidikan diyakini menjadi awal untuk membuka pandangan masyarakat mengenai pajak. Dengan peserta didik sekitar 50 juta anak dari jenjang SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, serta tenaga pengajar sekitar 250 ribu orang, ini merupakan investasi yang kuat untuk masa depan Indonesia dalam mewujudkan budaya masyarakat yang peduli dan sadar akan pentingnya pajak serta etika pajak yang baik. Agar pembangunan terus berlanjut dengan kemandirian bangsa, memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Negara ini tercipta berkat jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan. Negara ini dapat terus terselenggara berkat pengorbanan para pembayar pajak yang menopang Lebih dari 70% penerimaan Negara. Negara ini akan terus berkembang dan maju jika penerus bangsa mau bersatu dan peduli. Untuk peduli harus mengetahui dan mempunyai rasa saling memiliki. Mari bersatu dan bergotong royong menyumbang penerimaan untuk Negara ini dan bersama peduli untuk memajukan negeri tercinta ini. Peranan generasi mendatang menjadi tanggung jawab bersama generasi saat ini. Mari ajar mereka dengan hati dan nurani. Agar generasi mendatang menjadi generasi yang punya hati dan suka memberi. Bukan hanya generasi yang hanya dapat mengomentari, memaki dan merusaki fasilitas yang diberi tanpa mengetahui dan tidak mempunyai kontribusi berarti untuk Negeri. Hari ini mereka belajar berbagi, esok nanti mereka menjadi pahlawan sejati.

#KemenkeuMengajar #PajakBertutur #BayarPajakKeren #SadarPajak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s