Hagia #3

I’m home a happy man

Kombinasi yang ku masukkan telah benar. Kunci road bike yang ku tunggangi telah terbuka, dan aku harap hatinya juga. Hormon serotonin mengalir ke seluruh tubuhku. Membuat ku tidak merasakan lelah ketika ku kayuh pedal, atau aku telah mati rasa? kadang tubuh merasakan mati rasa ketika terbentur sesuatu dengan keras, and i had just crushed pretty hard on you.

Kecepatan ku mungkin tidak ada apa-apanya dibanding kecepatannya. Kerap kali ku melihat ke atas, selain aku suka dengan langit, mungkin dia sedang terbang mengamati ku dari atas. Melihat ku meliak-liuk mencari celah antara motor roda 4 dan roda 2, bahkan roda 3.

Aku tahu aku telat, namun senyum tetap tersungging manis dan kokoh di wajah ku ketika sampai di kantor. Berjalan gagah seperti atlet sepeda yang baru memenangkan kejuaraan setelah selesai mengitari velodrome. Sebelum kembali kepada belenggu dunia di komputer. Aku ingin melihat, mungkin berpikir untuk menyapa dirinya, mengenalkan diriku di kehidupan maya kepada diri maya-nya.

Perlu tiga kali percobaan untuk membuka fingerprint lock. Aku telusuri isi kontak sampai ke inisial H. Tidak ada yang bernama Hanun. Aku telusuri semua isi kontak, mungkin dia memakai nama depan-nya. Tidak ada. Jantung ku mulai berdebar, tidak bisa membedakan karena lelah naik sepeda tadi atau takut jika aku baru saja bertindak sembrono.

____________________________________________________________________________________________

Aku habiskan jam kerja setelah istirahat makan siang untuk mencari keberadaannya di dunia maya. Mencoba menebus kelalaian ku. Mesin pencari tidak membantu ku dalam mencari. bukan salahnya memang. Hanun hanya itu yang aku punya. Tanpa nama belakang. Saya memang sangat terbelakang. Tidak ada jejak di pencarian instagram, tidak ada cuitan di twitter, mungkin aku akan berpikir dua kali tentangnya jika dia masih bermain facebook, namun tetap ku cari. Nihil. Aku tidak juga mendapatkan wajahnya. Ya Tuhan, wajahnya mulai sulit aku gambarkan, aku harus segera bertemu dan melihatnya lagi. Snapchat, Steller, Line, Myspace, Formspring, Friendster, dan seluruh media sosial lainnya yang meski aku ragu akan menemukannya, juga telah aku cari. I’m taking every chances now.

Ketika pencarian dimensi digital tidak berhasil. Mungkin memang harus bertemu secara langsung. Meski harus memutar jalan pulang menuju rumah, aku mengayuh road bike ke tempat kejadian dimana bidadari tersebut turun dan menjelma menjadi manusia. Tetapi, bangku yang tadi seperti singgasana permaisuri, kini di tempati oleh empat orang anak remaja yang sedang mengambil bentuk digital makanan mereka.

Aku habiskan waktu istirahat siang ku berikutnya di tempat yang sama, di bangku yang sama, berharap keajaiban yang sama. Sudah tiga hari sejak pertemuan itu. Setiap istirahat siang, bahkan pagi hari aku mengambil jalan memutar untuk melihat cafe kecil di tengah kota tersebut buka, mengambil segala kemungkinan untuk melihatnya lagi. malam ke lima semenjak pertemuan itu, aku menghabiskan makan malam ku di cafe itu lagi. melamun, mengawang, mengandaikan.

Mungkin ayahnya sang dewa cinta tidak mengizinkan-nya kembali ke bumi. Mungkin ini memang hubungan yang terlarang. Mungkin itu hanya merupakan trik perempuan yang tidak menyukai sang pelamar. Mungkin dia telah milik seseorang. mungkin dia memang tidak menyukai ku. Tentu saja, apa yang kau harapkan. Muncul di hadapannya dengan busana kantor yang kaku dan lusuh, menawarkan tangan mu seperti pengemis dan memberikan smartphone seperti sales counter yang putus asa. Bukan, sales counter fasih berbicara, sedangkan aku terdiam seperti hewan pengerat yang tertangkap mencuri makanan.

Bodoh.

Saya pikir saya dapat bahagia kembali. But, this just another day’s in my life called “being a fool”.

 

Continued to… ._.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s